Seni dan Budaya
Ingkong Ala, Setia pada Proses dan Hati Nurani
gambar8
TIDAK SEMUA pemimpin lahir dari pusat kekuasaan, sebagian justru ditempa dari pinggiran atau wilayah perbatasan yang kerap luput dari sorotan pembangunan, namun sarat pengalaman hidup yang membentuk kepekaan dan keteguhan sikap.
Dari lanskap itulah Ingkong Ala berasal, Ia tumbuh di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya Desa Long Nawang di wilayah Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara).
Latar belakang ini menjadi fondasi cara pandangnya tentang politik dan pengabdian. Di sana, negara tidak dimaknai sebagai slogan, melainkan sebagai kehadiran nyata yang dirindukan masyarakat. Kesadaran itu pula yang membawanya menapaki dunia politik, bukan dari panggung besar melainkan dari kerja-kerja dasar.
Saat Kabupaten Bulungan masih tergabung dalam Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ingkong Ala dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Bulungan. Di wilayah utara yang luas, dengan tantangan geografis dan sosial yang tidak ringan, ia pun memulai membesarkan partai melalui konsolidasi yang sunyi namun konsisten. Menyapa kampung-kampung, merawat basis di wilayah perbatasan, serta membuka ruang aspirasi bagi masyarakat menjadi rutinitas politiknya.
Bagi Ingkong Ala, politik bukan soal tampil, melainkan hadir. Dengan Kepercayaan itu kemudian teruji di level yang lebih luas. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Tarakan, Bulungan, Tanah Tidung, Nunukan, dan Malinau. Pada Pemilu Legislatif 2014, Ingkong Ala meraih sekitar 14.550 suara sekaligus menjadikannya salah satu kader Hanura dengan perolehan suara terbesar di dapil tersebut.
Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan penegasan atas legitimasi politik yang dibangun dari kedekatannya dengan masyarakat wilayah utara. Raihan Pileg 2014 menjadi tonggak penting, mengukuhkan posisinya sebagai figur politik yang diperhitungkan.
Pasca pemekaran Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltara definitif pada 30 Desember 2014. Dari posisi ini, ia membawa perspektif perbatasan ke ruang pimpinan legislatif provinsi termuda di Indonesia.
Namun, perjalanan politiknya tidak selalu mulus. Sebelumnya, pada Pilkada Bulungan 2009 silam, saat maju berpasangan dengan Aziz Muhammadiyah, ia harus menerima kekalahan. Fase pertama ini menjadi ruang pembelajaran serta menempa ketahanan pribadi sekaligus mematangkan sikap politiknya.
Waktu kemudian membuktikan konsistensinya, Kepercayaan publik kembali menguat ketika Ingkong Ala menjabat sebagai Wakil Bupati selama dua periode di Pilkada Bulungan. Periode pertama berpasangan dengan H.Sudjati (2014–2019), lalu bersama Syarwani pada periode kedua (2019–2024).
Di ranah eksekutif, ia merasakan langsung denyut pemerintahan daerah seperti birokrasi yang kompleks, keterbatasan anggaran, hingga tantangan pembangunan di wilayah pedalaman Bulungan. Termasuk kegelisahannya terhadap kampung halaman di kawasan perbatasan yang tak boleh tertinggal.
Jejak politik Ingkong Ala ini memiliki catatan perjalanan panjang, dari perbatasan, Ketua DPC Hanura Bulungan, anggota DPRD Kaltim Dapil VI dengan raihan sekitar 14.550 suara, Wakil Ketua DPRD Kaltara, Wakil Bupati Bulungan dua periode, hingga menjabat sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kaltara mendampingi Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang. Keduanya dilantik langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Catatan Ini bukanlah karier instan, melainkan perjalanan yang ditempa oleh proses, kesetiaan, dan hati nurani.
Pengalaman panjang di legislatif dan eksekutif menjadi bekal ketika ia melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Jabatan Wagub Kaltara menandai puncak sementara dari perjalanan yang dimulai dari pinggiran.
Di tengah dinamika politik nasional, pilihan Ingkong Ala untuk tetap bertahan di Partai Hanura kerap menjadi pertanyaan, mengapa tidak berpindah ke partai besar?
Ia memahami sepenuhnya keunggulan partai-partai besar seperti struktur yang kuat, kader senior, dan pengalaman panjang. Namun, baginya besar-kecilnya partai bukan penentu utama.
Politik, dalam pandangannya, adalah soal waktu, proses, dan keyakinan apalagi Hanura adalah rumah perjuangan yang dibesarkannya dari nol. Tempat ia menanamkan gagasan, harapan, dan pengabdian.
Meski setia, Ingkong Ala tetap realistis. Politik bersifat cair. Jika suatu hari jalan pengabdian harus ditempuh melalui partai lain, itu dimaknainya sebagai bagian dari kehendak Tuhan. Tapi selama Hanura masih menjadi jalan yang diyakini, komitmen itu tetap dijaga dengan seluruh suka-duka yang telah dilalui. Apalagi, ia telah menjabat ketua Dewan Pimpinan Daerah (Hanura) ketiga kalinya.
Dorongan terjun ke politik baginya lahir dari pengalaman melihat langsung ketimpangan, kesejahteraan yang belum merata dan pembangunan yang belum sepenuhnya menyentuh wilayah perbatasan.
Ia menyadari, tanpa berada dalam sistem, kepedulian hanya akan berhenti pada empati. Partai politik menjadi jalan bagi warga non-ASN untuk memperjuangkan perubahan kebijakan.
Sebagai Wakil Gubernur, Ingkong Ala memaknai perannya sebagai konsekuensi dari pilihan hidup. Kesibukan bukan beban, melainkan bagian dari karya. Program yang tercapai disyukuri, yang belum tercapai dijadikan bahan evaluasi dan inovasi. Hidup baginya, serupa dengan politik tak pernah benar-benar selesai.
Di tengah kejenuhan publik terhadap praktik politik, kisah Ingkong Ala ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan masih bisa dijalani sebagai jalan pengabdian. Dari perbatasan, ia terus menautkan kompasnya untuk bekerja, mendengar, dan memperjuangkan mereka yang suaranya kerap paling jauh dari pusat kebijakan.(*)
Pemprov Kaltara Catat Prestasi, Raih Tiga Penghargaan Ketenagakerjaan 2025
gambar12
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) meraih tiga penghargaan pada ajang Naker Inspirational and Leadership Award 2025 di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Tiga penghargaan yang diraih yakni kategori Jaminan Sosial Tenaga Kerja Terbaik, Perencanaan Tenaga Kerja Terbaik dan IPK Urusan Ketenagakerjaan Kecil Terbaik I. Ketiga penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, kepada Wakil Gubernur (wagub) Kaltara, Ingkong Ala.
Wagub Kaltara, Ingkong Ala mengatakan, ajang ini sebagai salah satu bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola ketenagakerjaan di Bumi Benuanta.
gambar13
“Capaian prestasi ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan di sektor ketenagakerjaan khususnya di Kaltara,” kata Wagub Ingkong Ala.
Dijelaskannya, beberapa indikator yang berkontribusi terhadap penghargaan ini yaitu perencanaan tenaga kerja, penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta konsistensi pelaksanaan kebijakan di daerah.
“Penghargaan ini menjadi motivasi Pemprov Kaltara untuk terus memperkuat manajemen dan meningkatkan kualitas pelayanan ketenagakerjaan serta membuka lapangan kerja yang lebih luas,” jelasnya.
Wagub Ingkong mengungkapkan, berbagai program ketenagakerjaan dan pengembangan vokasi terus diperkuat agar selaras dengan kebutuhan dunia industri di Kaltara.
“Prestasi ini hasil komitmen perangkat daerah dan dukungan dunia usaha di Kaltara. Ini juga berkat kesadaran kita menjalankan tanggung jawab, tulus bekerja dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.
Wagub Ingkong juga bilang, penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan dorongan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang utama adalah dampak langsung bagi masyarakat, evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan agar pelayanan ketenagakerjaan semakin optimal,” ujar Ingkong yang pernah menjabat Wakil Bupati Bulungan dua periode ini.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kaltara, yang terus berupaya bekerja maksimal.
“Terima kasih kepada seluruh OPD, khususnya Plt. Kadisnaker dan jajaran yang telah bekerja maksimal hingga Kaltara meraih tiga penghargaan ini,” tutupnya.(*)
Welcome to Job Portal

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here', making it look like readable English.

abt1

Accumsan lacus vel facilisis volutpat est velit egestas dui id lacus vel illo inventore veritatis Sed ut perspiciatis unde omnis iste

Phasellus imperdiet lacinia nulla, malesuada semper nibh sodales quis, Duis viverra ipsum dictum.

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout.

The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here', making it look like readable English. 

Why Choose Us

Eu turpis egestas pretium aenean pharetra magna ac placerat vestibulum lorem ipsum doler sit a met. Turpis in eu mi bibendum neque egestas congue quisque. Eu non diam phasellus vestibulum lorem.

Developer

Eu turpis egestas pretium aenean pharetra magna ac placerat vestibulum lorem ipsum doler sit a met. 

Medical

Eu turpis egestas pretium aenean pharetra magna ac placerat vestibulum lorem ipsum doler sit a met. 

Accounting

Eu turpis egestas pretium aenean pharetra magna ac placerat vestibulum lorem ipsum doler sit a met. 

Government

Eu turpis egestas pretium aenean pharetra magna ac placerat vestibulum lorem ipsum doler sit a met. 

Technology

Eu turpis egestas pretium aenean pharetra magna ac placerat vestibulum lorem ipsum doler sit a met. 

Developer

Eu turpis egestas pretium aenean pharetra magna ac placerat vestibulum lorem ipsum doler sit a met. 

Our History
abt_slide2
Our Plans